Saturday, December 10, 2011

Tips Memilih Kartu VGA / Choosing VGA Card

Bagi yang ingin membeli komputer baru atau hanya upgrade  VGA card mungkin ini bisa menjadi guide anda .Dari sekian banyak brand dan ratusan tipe VGA card yang terdapat di pasaran mungkin anda bingung ingin membeli VGA card yang sesuai dengan kebutuhan anda. Review ini cocok bagi anda yang ingin bermain game PC atau game komputer tetapi bingung ingin beli yang mana.


Dari sekian banyak brand dan ratusan tipe VGA card  yang ada semuanya itu hanya mempunyai 3 CHIP VGA card yang sama. Yaitu NVIDIA, ATI AMD dan Intel. Untuk NVIDIA biasanya mereka menamakan VGA card mereka dengan kode Ge-Force sedangkan AMD ATI dengan kode Radeon.  NVIDIA dan ATI dapat  diibaratkan produsen sepeda motor roda dua di Indonesia yaitu HONDA dan YAMAHA yang saling bersaing selalu mengeluarkan motor terbaru dengan inovasi-inovasi terbaru dengan harga yang bervariasi mulai dari kalangan menengah kebawah sampai kalangan atas. Begitupun dengan produsen chip VGA NVIDIA dan ATI mereka selalu bersaing dalam performa, inovasi, harga CHIP VGA card. Kedua produsen chip vga tersebut sudah banyak mengeluarkan dengan harga yang bervariasi mulai dari  200.000 an  sampai dengan 5.000.000 keatas.


tipe vga


Tabel di bawah ini ialah perbandingan VGA card NVIDIA, ATI, dan Intel dalam hal kemampuan performa game komputer. Vga card yang tertera di baris paling atas ialah VGA dengan kemampuan yang paling tinggi sedangkan baris paling bawah kemampuannya paling kecil.Semua VGA yang tertera di tabel ialah Vga card yang diproduksi mulai dari tahun 1999 sampai dengan sekarang tahun 2009 .Jika anda ingin membeli atau merakit komputer hanya untuk browsing, e-mail, chatting atau hanya mendengarkan musik serta memutarkan film DVD dan pekerjaan seperti Word dan excel tabel di bawah TIDAK berlaku bagi u u  pada.


Perbandingan VGA Card
NVIDIA/Ge-ForceATI RadeonIntel

HD 5970
GTX 295, GTX 480 HD 4870 X2

HD 5870
GTX 280, GTX 285 HD 4850 X2, HD 5850
9800 GX2, GTX 260, GTX 275 HD 4870, HD 489, HD 5770
8800 Ultra, 9800 GTX, 9800 GTX+,
GTS 250
HD 3870 X2, HD 485, HD 5750
8800 GTX, 8800 GTS 512 MB
Go (mobile): 280M
HD 4770
8800 GT 512 MB, 9800 GT
Go (mobile): 260M (112)
HD 4830
8800 GTS 640 MB, 9600 GT HD 2900 XT, HD 3870
8800 GS, 9600 GSO
Go (mobile): 260M (96)
HD 3850 512 MB, HD 4670
Mobility: 3870

8800 GT 256 MB, 8800 GTS 320 MB, GT 220
Go (mobile): 8800M
HD 2900 PRO, HD 3850 256 MB|
Mobility: 3850

7950 GX2 X1950 XTX, HD 4650 (DDR3)
7800 GTX 512, 7900 GTO, 7900 GTX X1900 XT, X1950 XT, X1900 XTX
7800 GTX, 7900 GT, 7950 GT X1800 XT, X1900 AIW, X1900 GT, X1950 PRO, HD 2900 GT
7800 GT, 7900 GS, 8600 GTS, 9500 GT (GDDR3)
Go (mobile): 7950 GTX
X1800 XL, X1950 GT, HD 4650 (DDR2)
Mobility X1800 XT

6800 Ultra, 7600 GT, 7800 GS, 8600 GT (GDDR3), 9500 GT (DDR2)
Go (mobile): 7800 GTX, 7900 GTX
X800 XT (& PE), X850 XT (& PE), X1650 XT, X1800 GTO, HD 2600 XT, HD 3650 (DDR3), HD 3670,
Mobility: X1900, 3670

6800 GT, 6800 GS (PCIe), 8600 GT (DDR2)
Go (mobile): 7800, Go 7900 GS
X800 XL, X800 GTO2/GTO16, HD 2600 PRO, HD 3650 (DDR2),
Mobility: X800 XT, HD 2600 XT, 3650

6800 GS (AGP), 8600M GT, 8700M GT
Go (mobile): 6800 Ultra, 7600 GT
X800 GTO 256 MB, X800 PRO, X850 PRO, X1650 GT
Mobility: HD 2600

6800, 7300 GT GDDR3, 7600 GS, 8600M GS
Go (mobile): 6800, 7700
X800, X800 GTO 128 MB, X1600 XT, X1650 PRO
Mobility: X1800

6600 GT, 6800LE, 6800 XT, 7300 GT (DDR2), 8500 GT, 9400 GT
Go (mobile): 7600 (128-bit)
9800 XT, X700 PRO, X800 GT, X800 SE, X1300 XT, X1600 PRO, HD 2400 XT, HD 4350, HD 4550
Mobility: X800, 3470
Integrated: HD 3300

FX 5900, FX 5900 Ultra, FX 5950 Ultra, 6600 (128-bit)
Go (mobile): 6800 (128-bit)
Integrated: 9300, 9400
9700, 9700 PRO, 9800, 9800 PRO, X700, X1300 PRO, X1550, HD 2400 PRO
Mobility: X1450, X1600, X1700, 2400 XT, X2500, 3450
Integrated: HD 3200, HD 4200

FX 5800 Ultra, FX 5900 XT
Go (mobile): 6600, Go 7600 (64-bit)
9500 PRO, 9600 XT, 9800 PRO (128-bit), X600 XT, X1050 (128-bit)
Mobility: 9800, X700, X1350, X1400, X2300, HD 2400

4 Ti 4600, 4 Ti 4800, FX 5700 Ultra, 6200, 8300, 8400 G, G 210 9600 PRO, 9800 LE, X600 PRO, HD 2300
Mobility: 9700 (128-bit), X600, X1300
Integrated: Xpress 1250

4 Ti4200, 4 Ti4400, 4 Ti4800 SE, FX 5600 Ultra, FX 5700, 6600 (64-bit), 7300 GS, 8400M GS, 9300M G, 9300M GS 9500, 9550, 9600, X300, X1050 (64-bit)
Mobility: 9600

3 Ti500, FX 5200 Ultra, FX 5600, FX 5700 LE, 6200 TC, 6600 LE, 7200 GS, 7300 LE
Go (mobile): 5700, 8200M, 9200M GS, 9100
Integrated: 8200, 8300
8500, 9100, 9000 PRO, 9600 LE, X300 SE, X1150
Mobility 9700 (64-bit)
GMA X4500
3, 3 Ti200, FX 5200 (128-bit), FX 5500,
Go (mobile): 5600, 6200, 6400, 7200, 7300, 7400 (64-bit)
9000, 9200, 9250
Mobility: 9600 (64-bit), X300

FX 5200 (64 bit)
Go (mobile): 7200, 7400 (32-bit)
Integrated: 6100, 6150
9200 SE
Integrated: Xpress 200M, Xpress 1000, Xpress 1150
GMA X3000, X3100, X3500
2 GTS, 4 MX 440, 2 Ultra, 2 Ti, 2 Ti 200 7500 GMA 3000, 3100
256, 2 MX 200, 4 MX 420, 2 MX 400 SDR, LE, DDR, 7000, 7200 GMA 500, 900, 950
Nvidia TNT Rage 128 Intel 740
Ket :
Integrated : Integrasi ke motherboard
Mobility     : Khusus VGA card untuk Laptop atau Notebook


TIPS Membeli VGA Card
  • Jika anda hanya ingin mengupgrade VGA card saja.Cari nama tipe vga card  yang anda miliki ditabel.  Kemudian belilah tipe VGA card yang berada minimal 3 baris diatas dari vga yang anda milki. karena jika hanya 1 atau 2 baris saja, upgrade vga menjadi percuma karena anda tidak dapat merasakan perbedaan yang signifikan dari performa vga card anda.
  • Perhatikan juga slot VGA card di motherboard. VGA card sekarang ini mempunyai 2 jenis slot yang berbeda yaitu  AGP dan slot PCI-Express. Tanyalah pada pemilik toko jika anda ingin membeli vga. Karena pernah kejadian teman saya tanpa sepengetahuannya membeli VGA dengan slot PCI-Express tetapi motherboardnya hanya mendukung slot AGP yang notabene tidak dapat di pasang karena  mempunyai slot yang berbeda.
  • Mungkin ini yang paling penting. Sesuaikan VGA yang anda ingin beli dengan power supply anda. Karena biasanya VGA dengan kemampuan yang tinggi membutuhkan sumber daya yang besar. Biasanya jika ada membeli VGA card di box nya tertera berapa minimal daya power supply yang dibutuhkan. Misal ATI Radeon HD 4770 membutuhkan power supply 450 watts MURNI. Kenapa harus 450 watts murni, karena biasanya power supply dari bawaan casing walaupun tertera 450 watts tetapi itu hanya peak power saja, jadi itu bukan murni 450 watts. Banyak Power supply dengan daya yang murni seperti merek FSP, Venomrx, Acbel, dll.
  • Terakhir jangan kuatir memilih brand vga dengan tipe yang sama. karena biasanya kemampunan mereka itu sama. Brand VGA card yang dimaksud disini misalnya brand Sapphire, Powercolor,Gigabyte, HIS, Pixelview, Winfast, Zotac, dan lain-lain. Hanya saja perhatikan harga, garansi dan reputasi dari brand itu sendiri.

NVIDIA vs ATI , lebih bagus mana?


Di mata para gamer hanya ada 2 produsen chip grafis yang mereka lirik, yaitu Nvidia dan ATI. Baik Nvidia maupun ATI memiliki penggemarnya sendiri. Para fans ATI selalu menganggap bahwa kualitas gambar yang dihasilkan videocard ATI lebih baik dibanding Nvidia. Sedangkan di kubu Nvidia, penggemarnya menyatakan sebaliknya. Betulkah kualitas gambar videocard ATI saat ini lebih baik daripada Nvidia? Simak perbandingan detail berikut ini....
Anggapan mengenai lebih buruknya kualitas gambar videocard Nvidia sebenarnya muncul di tahun 2003, tepatnya ketika Nvidia meluncurkan seri Geforce FX seri 5000 yang notabene sebuah blunder fatal yang tercatat sebagai sejarah hitam di perjalanan karir Nvidia. Buruknya kinerja Geforce FX saat itu membuat Nvidia melakukan trik untuk meningkatkan kinerja dengan menurunkan kualitas gambar. Hal ini justru semakin memperburuk reputasi mereka dan membuka peluang bagi ATI untuk merebut singgasana. Saat itu chip grafis andalan ATI yaitu Radeon seri 9000 terbukti mampu mengalahkan Geforce FX dalam kinerja maupun performa. Di saat itulah anggapan bahwa kualitas gambar videocar ATI lebih baik daripada Nvidia mulai tertanam di hati sanubari para gamer.
Namun kini 3 tahun telah berlalu, dan Nvidia telah melewati mimpi buruknya. Dimulai dari peluncuran Geforce seri 6000 yang membanggakan Shader Model 3, Nvidia mulai berusaha mengalahkan ATI dalam hal kualitas gambar. Di era 2005, Geforce seri 6000 mampu menoreh keunggulan dalam hal dukungan Shader Model 3 dibanding ATI X300/700/800 yang saat itu belum mensupport fitur tersebut.
Sadar akan kelemahan terserbut, di tahun 2006 ATI akhirnya juga memberikan dukungan Shader Model 3 di seri X1000 mereka, sehingga potensi bagi videocard Nvidia dan ATI untuk menghasilkan kualitas gambar yang baik kini sama.
Menyadari hal itu, Nvidia sebagai produsen chip grafis no. 1 tentu tak mau tinggal diam. Serangkaian cara mereka lakukan untuk lebih unggul dibanding ATI. Bila di era 2003 mereka melakukan trik penurunan kualitas gambar yang berujung menjadi sebuah blunder fatal, kini mereka mencari cara lain yang lebih cerdas untuk mengalahkan kualitas gambar videocard ATI. Cara tersebut adalah dengan berkonspirasi bersama para game developer untuk menjatuhkan ATI.
Sebagai produsen chip grafis no.1, Nvidia memiliki segudang uang untuk diselipkan di celah-celah kantong para programmer & game developer. Dengan begitu game buatan mereka akan berpihak ke kubu Nvidia. Atau dengan kata lain kualitas gambar game tersebut akan menjadi lebih buruk bila dijalankan pada videocard ATI.
Nvidia cukup serius dalam menjalankan strategi konspirasi ini. Bahkan mereka mempropagandakan strategi ini sebagai TWIMTBP (The Way It's Meant To Be Played).
Bila sebuah game menyandang logo TWIMTBP, berarti game tersebut dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya, dan sudah dipastikan kualitas gambar / kinerja terbaik hanya akan didapat bila menggunakan videocard Nvidia. Secara logika saja, tentu mustahil bila sebuah game yang disponsori Nvidia ternyata tampilannya sama baiknya bila menggunakan ATI.
Para fans ATI sering berdalih bahwa masalah kompatbilitas/kualitas gambar pada beberapa game adalah masalah driver yang dapat dihilangkan dengan update driver ATI Catalyst, mereka tak menyadari bahwa problem tersebut sebenarnya adalah problem yang berasal dari gamenya dan sengaja dibuat oleh game developernya bagi pengguna ATI. Jadi update driver ATI tidak akan memperbaiki problem tersebut.
Tampaknya strategi konspirasi ini dianggap cukup berhasil oleh Nvidia, sehingga mereka kian hari kian agresif dalam merangkul para game developer. Hingga saat ini, nyaris 90% game yang beredar di pasaran dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya.
mungkin buat para gamers, pilihan kartu grafis emang wajib ya hukumnya untuk kenikmatan maen game nya.. mungkin nama Nvidia atau ATI yang udah ga asing lagi di telinga para gamers, soalnya emang dua nama tersebut adalah merk kartu grafis yang paling terkenal dan banyak dipakai saat ini.
tapi untuk para awam, seperti saya juga, gatau apa sih hebatnya masing-masing kartu grafis tersebut?? terus, apa ngaruhnya kalau kita pakai salah satunya untuk maen game yang beratberat terutama di masalah gambar?? nah, setelah seian lama ga nulis, kali ini saya akan seikit me-review tentang nVidia vs ATI. let’s check out..
untuk para pecinta ATI, mereka tidak bisa disalahkan ketika mereka bilang vga ATI paling bagus, begitu pula dengan pecinta nVidia yang bilang Nvidia lebih bagus grafisnya dengan vga card lain karena memang kedua pabrikan vga card tadi punya mangsa pasar tersendiri yang bahkan terkadang fanatik dengan produknya.
pada tahun 2003, sebenarnya Nvidia pernah terpuruk karena ketika Nvidia meluncurkan seri Geforce FX seri 5000 yang bisa dibut sebagai sebuah kesalahan fatal yang tercatat sebagai sejarah hitam di perjalanan karir Nvidia. Buruknya kinerja Geforce FX saat itu membuat Nvidia melakukan trik untuk meningkatkan kinerja dengan menurunkan kualitas gambar. Hal ini justru semakin memperburuk reputasi mereka dan membuka peluang bagi ATI untuk merebut posisi teratas saat itu dalam pasar kartu grafis. Saat itu chip grafis andalan ATI yaitu Radeon seri 9000 terbukti mampu mengalahkan Geforce FX dalam kinerja maupun performa. Di saat itulah anggapan bahwa kualitas gambar videocar ATI lebih baik daripada Nvidia mulai tertanam di hati sanubari para gamer.
Namun kini ,  Nvidia telah melewati mimpi buruknya. Dimulai dari peluncuran Geforce seri 6000 yang membanggakan Shader Model 3, Nvidia mulai berusaha mengalahkan ATI dalam hal kualitas gambar. Di era 2005, Geforce seri 6000 mampu menoreh keunggulan dalam hal dukungan Shader Model 3 dibanding ATI X300/700/800 yang saat itu belum mensupport fitur tersebut.
Sadar akan kelemahan terserbut, di tahun 2006 ATI akhirnya juga memberikan dukungan Shader Model 3 di seri X1000 mereka, sehingga potensi bagi videocard Nvidia dan ATI untuk menghasilkan kualitas gambar yang baik kini sama.
Sebagai produsen chip grafis no.1, Nvidia memiliki segudang uang untuk diselipkan di celah-celah kantong para programmer & game developer. Dengan begitu game buatan mereka akan berpihak ke kubu Nvidia. Atau dengan kata lain kualitas gambar game tersebut akan menjadi lebih buruk bila dijalankan pada videocard ATI.
Nvidia cukup serius dalam menjalankan strategi konspirasi ini. Bahkan mereka mempropagandakan strategi ini sebagai TWIMTBP (The Way It’s Meant To Be Played).
Bila sebuah game menyandang logo TWIMTBP, berarti game tersebut dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya, dan sudah dipastikan kualitas gambar / kinerja terbaik hanya akan didapat bila menggunakan videocard Nvidia. Secara logika saja, tentu mustahil bila sebuah game yang disponsori Nvidia ternyata tampilannya sama baiknya bila menggunakan ATI.
Para fans ATI sering berdalih bahwa masalah kompatbilitas/kualitas gambar pada beberapa game adalah masalah driver yang dapat dihilangkan dengan update driver ATI Catalyst, mereka tak menyadari bahwa problem tersebut sebenarnya adalah problem yang berasal dari gamenya dan sengaja dibuat oleh game developernya bagi pengguna ATI. Jadi update driver ATI tidak akan memperbaiki problem tersebut.
Tampaknya strategi konspirasi ini dianggap cukup berhasil oleh Nvidia, sehingga mereka kian hari kian agresif dalam merangkul para game developer. Hingga saat ini, nyaris 90% game yang beredar di pasaran dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya. Untuk melihat game-game apa saja itu dapat dilihat di situs www.nzone.com
untuk melihat hasil gambar yang dihasilkan dari kedia kartu grafis tersebut, maka akan diuji coba pada salah satu game populer di bawah ini..
IN-GAME SETTING:
Setting fitur & kualitas di semua game diatas diatur ke tingkat detail paling maximal dengan resolusi 1024×768.
Anisotropic filtering diatur ke tingkat tertinggi dan FSAA diaktifkan bila memungkinkan.
TESTING PLATFORM:
Videocard:
- NVIDIA : Geforce 7600GT, 7900GS, 7900GT
- ATI : Radeon X1950 Pro, X1900XT
CPU:
- Intel Core2 Duo E6400 (2.13GHz) overclocked @ 3.2GHz   FSB400 (FSB1600 QPB)
CPU Cooler :
- Thermaltake Waterblock W0010 + custom cooling tower
Motherboard
ASUS P5B Deluxe WiFi AP (intel P965)
Memory :
- 2 X 512MB Kingston “Hynix” DDR2 533 @ DDR800 (4-4-4-12)
Harddisk: 80GB Seagate Barracuda 7200.9 SATA2
PSU: SilverStone 400W dual-rail
Driver:
Nvidia Forceware 91.47
ATI Catalyst 6.11
Windows XP Professional SP2
DirectX 9c June06
TEST 1: Need For Speed Most Wanted
Hinga detik ini, NFS Most Wanted masih merupakan game racing dengan tampilan terbaik. Bahkan tampilannya masih lebih baik daripada NFS Carbon yang baru saja dirilis. Sekalipun NFS Most Wanted tidak menyandang logo Nvidia, tapi sepertinya developer & publisher game ini, Electronic Arts, sempat merasakan nikmatnya makan malam bersama Nvidia.
Sajian anggur dan wanita cantik yang disuguhkan Nvidia mampu membuat para programmer Most Wanted rela memberikan tampilan terbaik game ini hanya untuk pengguna videcard Nvidia saja.
Bila anda pernah mendengar keluhan beberapa gamer mengenai tampilan yang terlalu silau di Most Wanted, maka dapat dipastikan bahwa gamer tersebut menggunakan videocard ATI. Karena memang itulah kado bencana yang khusus diberikan bagi fans ATI.
Pada videocard ATI, akan terjadi kesalahan implementasi HDR/Bloom, yang mengakibatkan gambar terlalu terang, sekalipun fitur overbright dimatikan. Dengan keadaan ini banyak objek akan kehilangan detail, dan konyolnya lagi gedung-gedung masih tampak menyilaukan sekalipun di kondisi senja hari.
Untuk lebih jelasnya lihat perbandingan tampilan screenshot di bawah ini…
Need For Speed Most Wanted  (v1.3)
Daylight (siang)
Detail objek gedung dan tekstur bukit dengan menggunakan videocard Nvidia terlihat jelas. Sedangkan pada videcard ATI, cahaya silau membuat gedung nyaris tak terlihat yang diakibatkan karena error dalam implementasi HDR/bloom effect. Bahkan tekstur bukit hanya terlihat sebagai warna kuning silau saja.
Pada videocard Nvidia, detail kaca jendela pada gedung pencakar langit masih terlihat meski kacanya memantulkan cahaya matahari. Sedangkan pada videcard ATI, pantulan cahaya matahari terlalu ekstrim sehinga membuat gedung kehilangan detailnya.
Dengan menggunkaan videocard Nvidia, dinding gedung-gedung beton merefleksikan pantulan cahaya secara normal, sedangkan pada videocard ATI, dinding gedung-gedung beton seolah bersifat seperti kaca yang merefleksikan pantulan cahaya secara ekstrim, akibatnya objek jadi kehilangan detail.
Pada videocard Nvidia ujung jalan masih terlihat jelas, sedangkan pada videocard ATI ujung jalan seringkali tak terlihat karena tersapu silaunya cahaya. Hal inilah yang seringkali dikeluhkan para gamer yang menggunakan videocard ATI, karena kondisi silau ini membuat tikungan di ujung jalan jadi tak terlihat jelas sehingga membuat game lebih susah dimainkan.
Evening (senja)
Tampilan pada videocard ATI bertambah parah dan tidak realistis pada kondisi senja. Gedung-gedung terlihat bersinar menyilaukan sekalipun di langit minim cahaya matahari. Sedangkan pada videcard Nvidia, refleksi cahaya yang terpantul di gedung-gedung terlihat natural dan serasi dengan nuansa atmosfir sekitar.
Sama seperti contoh gambar sebelumnya, pada videocard Nvidia detail gedung terlihat jelas dan pantulan cahayanya di senja hari terlihat natural, sedangkan pada videocard ATI, gedung-gedung menjadi terlihat aneh dengan cahayanya yang menyilaukan, seolah seperti suasana di planet lain.
Refleksi cahaya senja pada kaca gedung terlihat natural pada videocard Nvidia, sedangkan pada videocard ATI gedung-gedug terlihat seolah bersinar denngan refleksi cahaya yang menyilaukan, sehingga terkesan tidak realistis dan kontras dengan suasana atmosfir senja.
Pada videocard Nvidia objek-objek dinding beton di sisi kiri terlihat natural. Sedangkan pada videcard ATI, objek-objek dinding beton yang seharusnya tidak bersifat reflektif menjkadi terlihat terang menyilaukan secara ekstrim, membuat suasana menjadi serasa di arena sirkus.
Kesimpulan :
dari salah satu contoh yang saya perlihatkan di atas dapat ditarik kesimpulan jika vga card Nvidia memang lebih bagus dari pada ATI. namun, jika ditinjau lebih dalam sebab-sebab mengapa Nvidia lebih unggul dari pesaingnya yaitu ATI adalah baiknya para petinggi Nvidia untuk menggandeng para game developer untu membuat game yang dibuat khusus untuk pengguna chip Nvidia, sehingga jika para pengguna chip ATI memainkan game tersebut mereka akan kecewa dan menganggap bahwa chip ATI buruk. Padahal jika ditilik lagi bukanlah kesalahan pabrikan ATI dalam membuat kartu grafis, tetapi kurang lihainya ATI layaknya yang dilakukan Nvidia terhadap game developer.
Dalam persaingan kualitas gambar, Nvidia terlihat jauh lebih cerdas & smart dibanding ATI. Di saat para insinyur ATI kerja lembur & banting tulang di dalam lab yang sunyi untuk meningkatkan keunggulan kualitas grafis, para team Nvidia mengajak makan malam para game developer untuk bersama-sama menjatuhkan ATI.
Jamuan makan malam dan berbagai suguhan kenikmatan lainnya membuat para game developer akhirnya rela melakukan apa saja untuk menjatuhkan ATI.
Konspirasi dengan game developer tampaknya merupakan strategi jitu yang dilakukan sang CEO sekaligus pendiri Nvidia yaitu Jen-Hsun Huang.
Dengan konspirasi Nvidia bersama game developer, maka sehebat apapun ATI berinovasi untuk meningkatkan kualitas grafis videocard mereka, hasilnya tetap akan sia-sia saja karena game yang dirilis ternyata tidak memanfaatkan keunggulan yang dimiliki videocard ATI, bahkan kualitas gambar pada videocard ATI malah sengaja diturunkan dengan munculnya berbagai problem.
Sebaliknya, bila ATI ingin meniru cara “sabotase” seperti yang dilakukan Nvidia, maka hal tersebut akan lebih sulit dilakukan, sebab jumlah pengguna videocard Nvidia jauh lebih banyak, sehingga game developer tentu tak mau beresiko bila penurunan kualitas gambar di videocard Nvidia akan menyebabkan game mereka tidak dibeli oleh mayoritas gamer yang menggunakan videocard Nvidia. Oleh karena itu pada game-game yang disponsori ATI (misal Half Life 2) tampilannya tetap tidak ada masalah sekalipun menggunakan videocard Nvidia.
sudah cukup tau kan perbedaannya?? sekarang silahkan terserah anda akan pilih yang mana yang sesuai selera..

No comments:

Post a Comment